MASA TENANG. Gue mau cerita sedikit tentang ketenangan. Masa
dimana ga ada gangguan, ga ada halangan, ga ada satu hal yang perlu lo kerjain.
Gue sering banget ngalamin hal ini. Pertama gue mau certain tentang pengalaman
gue refleksi pertama kali kemarin..
Mumpung gue lagi masuk ke fase Days OFF, gue memanfaatkan
hari gue buat self-healing atau
penyegaran diri deh ya. Gue mau seger, mumpung lagi libur, mumpung udah ga
ngajar, mumpung gaji masih ada haha
Kemarin gue abis refleksian bareng kakak kelas gue di daerah
slipi. Ekspektasi gue (pokoknya gue mau badan gue ga pegel lagi) cukup besar,
karena gue belum pernah merasakan refleksi sama sekali selama ini. Yang gue tau
adalah kalo yang dipijet cowo berarti yang mijet cowo juga, oke gue harus kuat
mental (nahan geli) hihi.
Kemudian saatnya masuk ke kamar refleksi, kebetulan satu
kamar buat berdua, jadi pas buat gue + kakak kelas gue itu. Gue dikanan, dan
dia di kiri. Kemudian kami disuruh merendamkan kaki kami di air hangat selama 7
menitan. Gue masih cool. Sambil bbm, cek timeline twitter, ngobrol di grup
watsap, pokoknya masih enjoy. (ya iyalah,baru juga kaki yang direndem air
panas) hehe
Lanjut ke sesi pemijatan, gue cukup rileks walau sesekali
harus menahan tawa Karena kegelian hihi abangnya juga hampir ketendang sama gue
karena pijitannya yang cukup membuat saraf saraf gue berkontraksi. Satu hal
yang pasti adalah, jangan pernah berharap lo bisa rileks saat direfleksi,
berharap lo bisa tidur, berharap lo bisa tenang. Itu semua salah! Lo kesakitan,
lo menderita, lo dibuat lemah sama terapisnya, cowo pula kan -_-*
Nah lanjut ke masa tenang yang seharusnya tenang tapi engga (akan
pernah)tenang. Setiap kampus pasti punya yang namanya silent week (minggu tenang). Yaitu
masa tenang perkuliahan, masa dimana jumlah tatap muka perkuliahan sudah
selesai dan kita menunggu masa ujian akhir. This
silent week is really sick! Kenapa? Cuma namanya doang yang minggu tenang,
tapi ada beberapa dosen yang minta untuk ngadain perkuliahan tambahan karena
jumlah tatap mukanya kurang, trus mahasiswa pasti juga sedang bergulat dengan
tugas akhir serta deadline didepan
mata. Tidak cuma itu, kita juga harus mempersiapkan diri menghadapi ujian
minggu depannya. Jadi ga kebayang kita mau tenang gimana, tapi ada tanggung
jawab yang mesti kita kerjain. Y’all sick my lecturers!
Udah dua (aja) yang menurut gue kita seharusnya tenang tapi
ga (pernah) tenang. Nah terakhir nih, masa tenang kampanye menuju pemilukada
hari rabu. Gue agak geregetan gimana gitu, ngeliat masih banyak poster yang
nempel ditembok, di pager, dimana mana pokoknya. Dan sepengamatan gue kemarin, Cuma
calon gue doangs yang sudah bersih atribut kampanyenya.
Bang Faisal emang kemarin (selama masa kampanye) ga terlalu
gembar gembor dalam hal menempel poster di jalanan, karena beliau tahu itu Cuma
akan memperkotor jalanan. Dan ternyata benar kan?! Sekarang yang seharusnya
masa tenang, seharusnya jalanan bersih, malah kotor sama tempelan poster para
cagub. Udah dikasih waktu buat bersihin, tapi ga bersihin. Gimana nanti mau
memimpin Jakarta? Ngebersihin poster yang mereka dan tim kampanye mereka aja ga
bisa, gimana ngebersihin semua penderitaan kita semua #eh ngebuat kita tenang
di masa tenang aja ga bisa. Apalagi ngebuat kita tenang dalam waktu 5 tahun? Ya
ga?
Maka
dari itu, gue ingetin nih tinggal beberapa hari lagi menuju hari pencoblosan.
Gue dan beberapa temen gue udah punya pilihan. Lo, mungkin belom punya pilihan.
Golput? Jangan! Kalo lo golput, lo cuma menangin si kumis lagi. Dan lo akan
merasakan apa yang lo rasain di Jakarta hampir 5 tahun belakangan ini. Inget
pak SBY pernah bilang apa ke Foke? Beliau bilang “Foke itu gubernur pepesan
kosong”. Pak Presiden lho itu, walaupun pak Presidennya juga ya gimana yah
hehehe nah, apalagi milih calon yang atribut kampanyenya masih meresahkan masa
tenang kita hehe kelihatan kan mana yang menghargai warganya? #merawatJKT!!
No comments:
Post a Comment