Tuesday, 16 July 2013

pertemuan

pertemuan.
hujan membawa saya menyebrang jembatan juga menyusuri underpass.
kilat lampu mobil menyerang ombak debu di tanah terhempas.


pertemuan.
saya daratkan sayap merpati di depan besi setinggi kamar. .
gelap. hujan. petir. samar.

pertemuan.
Ditemani dua mangkuk hidangan bertabur rasa penasaran.
Kami mencari tahu, yang padahal kami sudah tahu.

pertemuan.
selesai semua basi basi bisu dengan sehelai tisu bukan nafsu.

@penjualrendang

Monday, 15 July 2013

tanpa tanda jasa

sejak lama, kau menghilang
kini datang, tak terngiang
sejak lama, kau berjuang
kini pergi, tak berbayang

hingga tiba surya tenggelam
bayang-bayang tak tergenggam
nyawa itu tak bernama
mereka hilang menghadap sang kuasa

pahlawan tanpa tanda jasa
meninggalkan kita yang bernyawa
tak berpesan sepucuk surat
kita yang harus sepakat

(R)uang

ini cerita tentang uang
ini cerita tentang ruang
ini cerita tentang uang
ini cerita tentang ruang

pemimpin hanya membutuhkan uang
yang dipimpin tak pernah dapat ruang
pemimpin hanya memikirkan uang
yang dipimpin tak akan pernah dapat ruang

bejana senja

bercerita dalam satu tangga nada
dari a minor pindah ke kunci c
tersambung dengan kata-kata romantis
yang terdengar manis tanpa harus puitis

hamparan senja duduk di teras gulita
teriring gemuruh angin yang bersorak
terus bercerita dalam minor
nada sendu berbalur rindu

kupetik air jatuh dari atap
ku aliri ke bejana penuh harap

arah

arah
Bukan soal pembantu
Tapi petunjuk ke arah yang dituju
Beda arah, satu tuju
See you..

arah
Jalan rusak, macet, demonstrasi membuat tempat tujuan hilang jangkauan

arah
kita memang satu tuju
namun, ada kala untuk berpisah jalan sementara
lalu bertemu di satu muara

arah
berrpisah dengan atau tanpa pamit tidak mengapa
asal masih ada senyum yang terbekas

arah
kadang kita butuh rambu agar tidak tersesat,
bukan takut karena polisi

arah
jangan marah

(c)antik

satu
      lengkap

senses senses

manusia adalah makhluk sempurna.
bekal akal dan pikiran.
anggota tubuh yang lengkap dengan segala fungsinya.
namun, apalah daya ketika seorang manusia tidak memiliki fungsi dari anggota tubuh yang dimiliki orang kebanyakan.

alkisah,
terlahir seorang lelaki cacat.
yang tidak tahu dimana orang tua nya.
mata, hidung, telinga, lidah, kulit.
dia punya semua.
namun, tidak berfungsi.
bisa apa?
mampu apa?
punya apa?
mau apa?
dunia tampak gelap.

di lain sisi,
dua orang perempuan riang bersahabat.
perempuan normal dengan segala kelebihannya.
punya apa saja.
bisa apa saja.
namun,mereka terlalu terlena.
tidak bisa menikmatinya.

disinilah sebuah konflik memuncak.
saat inderamu yang tak berfungsi, mencoba berontak untuk berfungsi.
sebuah keinginan yang membuncah ingin keluar dari kegelapan.



"your closest friends are your five senses" 

tak tahu diri

siapa yang punya diri?
jangan kau mencaci
siapa yang punya diri?
biar aku yang nilai sendiri

kamu sudah lebih baik?
ayo lihat gajah di pelupuk mata
kamu sudah lebih baik?
biarlah semut itu berlari di sebrang samudra

jadi siapa yang tak tahu diri?
awas nanti malu sendiri
jadi siapa yang tak tahu diri?
mari sama sama perbaiki diri

rainbow

when the rain is falling down
I'm the rainbow
that comes in to
illuminates the sky

when the sun shines
I'm the clouds
that overcasts to
obsecures the sky

when the trees is blowing
I'm the wind
that dances to
suprised you

When you still confused
I'm totally yours
that gives you love
like a rainvow

I'm your rainbow in your rain
I'm your clouds in your day
I'm your wind in your silence
I am yours, don't you see?

bongkaran!

debu jalanan menghempas di wajah
anak anak berlari di pinggiran
mobil dan motor saling menyalip
suara parau terhempas ke angkasa

perut buncit dan dasinya yang kekencengan
jalan menepi ke warung pinggiran
lalu bertanya sambil sesegukan
rokok samsoe pun memberi jawaban

detak gendang seirama
diiringi indahnya melodi gitar
mengalun indah ke telinga si buncit
sedang asik bersama dengan mainannya

canda tawa
suka senang
tak ada duka
tak terpikir anak istri

bongkaran!
bongkaran!
aku bongkar
kalian bertengkar

Juara Satu

Saya Pemenang.
Semua kalah.