Wednesday, 25 September 2013

Sosok Itu



Halo, saya mencoba kembali menulis yang agak panjang. Sebenarnya mau nulis di blog yang panjang terus, tapi entah kenapa sulit sekali, jadilah beberapa posting sebelumnya cuma seiprit. Kalo melihat tulisan-tulisan yang seiprit itu, mungkin karena pengaruh kawan saya @hamoezi, @yusanalendra, @jafarkibs, dan @korezako. Mereka berempat meracuni saya dengan berbagai macam jenis sastra modern (menurut saya) berupa sajak dan fiksi mini. Kalau tidak percaya boleh kunjungi akun twitter mereka dan lihat twit serta blog mereka. Dijamin lebih baik dari punya saya. Kemampuan saya menyerap sesuatu yang baru memang luar biasa, namun tidak bertahan lama. Saya sering pindah ke hal-hal yang lebih baru dan lebih kekinian, tapi juga tidak jarang pindah ke hal-hal yang sebelumnya sudah ada dan kini menjadi sepi peminat. (line pop contohnya, karena sekarang kebanyakan orang bermain line pakopang).

Masuk ke ide penulisan kali ini. Saya menamai tulisan ini dengan “sosok itu”. Ini sebuah bentuk usaha saya mengapresiasi karya dan kemampuan seseorang yang berpengaruh untuk saya. Karena, rasanya apresiasi langsung itu lebih berharga ketimbang pujian di televisi dan jutaan followers di twitter hehe.

Pertama, tulisan ini juga dipengaruhi oleh Pandji Pragiwaksono. Saya ingat, di 2012 lalu, awal saya menulis di blog ini ya karena pengaruhnya, sampai saya akhirnya ikut serta mendukung bang Faisal Basri dan bang Biem Benyamin di pilkada DKI tahun lalu. Dalam bentuk tulisan. Saya sangat sering membaca blog pribadi @pandji di www.pandji.com banyak idenya yang dengan cepat meracuni saya. tidak hanya bukunya (Nasional.Is.Me dan Berani Mengubah) albumnya (32) juga mempengaruhi saya dalam berkarya. Blog terbaru beliau yang saya baca adalah mengenai seorang politisi muda, pak Anies Baswedan. Tulisan mas @pandji mengenai beliau begitu hebatnya meracuni saya. jadilah, saya kali ini ikutan mau menulis mengenai pak Anies Baswedan. Hehe

Pak Anies Baswedan seorang politisi, tapi saya lebih suka menyebutnya sebagai seorang pendobrak. Beliau mendobrak dunia pendidikan dengan menjadi rektor termuda di Indonesia saat ini, meskipun hanya universitas swasta. Tidak hanya itu, beliau juga menjadi founder Indonesia Mengajar sebuah yayasan yang mampu menggerakan anak muda Indonesia untuk mengajar ke daerah pelosok selama setahun dengan fasilitas yang seadanya. HEBAT! Pendobrak.

Kemudian, beliau kembali mendobrak dengan mengikuti konvensi Partai Demokrat. Yang saya tahu, beliau itu sempat akrab dengan partai baru NasDem, tapi seiring berjalannya waktu beliau kerap dihubung-hubungkan dengan partai lainnya. Konvensi partai Demokrat yang diikuti oleh sebelas orang (tapi hanya beberapa yang saya tahu) ini memunculkan kembali nama Anies Baswedan ke permukaan, Banyak yang mendukung, tidak banyak juga yang mencela. Tapi, yang pasti beliau menjelaskan di akun twitter pribadinya dengan tagar #turuntangan. Pembaca boleh membaca sendiri penjelasan beliau. Saya pribadi, agak kurang mendukung dengan keputusan beliau, karena beberapa hal yang pastinya subjektif dan dangkal. Namun, poin saya kepada pak Anies Baswedan adalah, beliau harus fokus dulu membereskan bidang pendidikan Indonesia yang sedang menunjukan tren positif. Menjadi Menteri Pendidikan adalah yang paling ideal. Bayangkan, jika beliau menjadi Menteri Pendidikan. Sosok professional di bidangnya. Dan saya sudah tidak sabar menunggu keputusan beliau jika kelak beliau benar-benar menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia menggantikan menteri yang sekarang pastinya hehehe

Mereka semua yang saya sebutkan di atas, menjadi inspirasi sekaligus refleksi diri saya pribadi. Baru beberapa, masih banyak lagi mereka yang berpengaruh. Semoga pembaca juga bisa menemukan sosok itu dengan sadar. Sosok yang membawa kita ke arah yang lebih baik. we might not be the best, but we try to be better. We can’t measure it, we can only feel it.
 

Thursday, 29 August 2013

JANGAN

jangan ajari kami mencari arti
 jangan ajari kami mengisi hari
  jangan ajari kami membasuh perih
   jangan ajari kami meniti mimpi

           biarkan kami mencari arti
          biarkan kami mengisi hari
         biarkan kami membasuh perih
        biarkan kami meniti mimpi                             


nb: kepada ustad bertarif, guru berjasa, dan motivator berdasi :)

Sunday, 11 August 2013

liburan dan akhir pekan

liburan dan akhir pekan sungguh menyenangkan
waktunya kita berjalan di tengah taman

liburan dan akhir pekan datang bagai kejutan
menari dan tertawa di tengah jalanan

ode buat mereka yang kesepian
bingkisan besar berisi senyuman

       tetapi liburan hanya sementara
       dan akhir pekan pun tidak seberapa




nb: untuk mereka yang selalu kekurangan liburan.

Sunday, 4 August 2013

Bersama kita Indonesia

kita berbeda, serupa tak sama
kita Indonesia, bhineka tunggal ika
kita beragam, tanpa perlu seragam
kita Indonesia, bhineka tunggal ika

Indonesia berbahasa
Indonesia berbudaya
Indonesia beragama
bersama kita Indonesia

kita berbeda, beda ras dan agama
kita Indonesia, bhineka tunggal ika
kita beragam, dengan sejarah kelam
kita Indonesia, bhineka tunggal ika





nb: terinspirasi dari Efek Rumah Kaca-Menjadi Indonesia

Hilang Arah, Datang Terang


Tersesat.
Arah yang ku tuju tidak memberikan sinyal balik…..

Terang.
Cahaya lampu di awal malam
Terang.
Gempita malam tanpa hura
Berdua mencari terang

Terang.
Yang tak kasat mata biar menghilang
Berdua kita menatap
Di taman terang lampu neon
Berdua terdiam ditatap terang

Terang.
Terjemahkan pagi dari subuh menuju duha
Seteru insan lewat kata

Terang.
Bicara dengan kata tak tergapai merpati
Mendengar gemuruh ombak dari hindia sampai pasifik

Arah.
Biar ku nikmati terang ini.

Tuesday, 16 July 2013

pertemuan

pertemuan.
hujan membawa saya menyebrang jembatan juga menyusuri underpass.
kilat lampu mobil menyerang ombak debu di tanah terhempas.


pertemuan.
saya daratkan sayap merpati di depan besi setinggi kamar. .
gelap. hujan. petir. samar.

pertemuan.
Ditemani dua mangkuk hidangan bertabur rasa penasaran.
Kami mencari tahu, yang padahal kami sudah tahu.

pertemuan.
selesai semua basi basi bisu dengan sehelai tisu bukan nafsu.

@penjualrendang

Monday, 15 July 2013

tanpa tanda jasa

sejak lama, kau menghilang
kini datang, tak terngiang
sejak lama, kau berjuang
kini pergi, tak berbayang

hingga tiba surya tenggelam
bayang-bayang tak tergenggam
nyawa itu tak bernama
mereka hilang menghadap sang kuasa

pahlawan tanpa tanda jasa
meninggalkan kita yang bernyawa
tak berpesan sepucuk surat
kita yang harus sepakat

(R)uang

ini cerita tentang uang
ini cerita tentang ruang
ini cerita tentang uang
ini cerita tentang ruang

pemimpin hanya membutuhkan uang
yang dipimpin tak pernah dapat ruang
pemimpin hanya memikirkan uang
yang dipimpin tak akan pernah dapat ruang

bejana senja

bercerita dalam satu tangga nada
dari a minor pindah ke kunci c
tersambung dengan kata-kata romantis
yang terdengar manis tanpa harus puitis

hamparan senja duduk di teras gulita
teriring gemuruh angin yang bersorak
terus bercerita dalam minor
nada sendu berbalur rindu

kupetik air jatuh dari atap
ku aliri ke bejana penuh harap

arah

arah
Bukan soal pembantu
Tapi petunjuk ke arah yang dituju
Beda arah, satu tuju
See you..

arah
Jalan rusak, macet, demonstrasi membuat tempat tujuan hilang jangkauan

arah
kita memang satu tuju
namun, ada kala untuk berpisah jalan sementara
lalu bertemu di satu muara

arah
berrpisah dengan atau tanpa pamit tidak mengapa
asal masih ada senyum yang terbekas

arah
kadang kita butuh rambu agar tidak tersesat,
bukan takut karena polisi

arah
jangan marah

(c)antik

satu
      lengkap

senses senses

manusia adalah makhluk sempurna.
bekal akal dan pikiran.
anggota tubuh yang lengkap dengan segala fungsinya.
namun, apalah daya ketika seorang manusia tidak memiliki fungsi dari anggota tubuh yang dimiliki orang kebanyakan.

alkisah,
terlahir seorang lelaki cacat.
yang tidak tahu dimana orang tua nya.
mata, hidung, telinga, lidah, kulit.
dia punya semua.
namun, tidak berfungsi.
bisa apa?
mampu apa?
punya apa?
mau apa?
dunia tampak gelap.

di lain sisi,
dua orang perempuan riang bersahabat.
perempuan normal dengan segala kelebihannya.
punya apa saja.
bisa apa saja.
namun,mereka terlalu terlena.
tidak bisa menikmatinya.

disinilah sebuah konflik memuncak.
saat inderamu yang tak berfungsi, mencoba berontak untuk berfungsi.
sebuah keinginan yang membuncah ingin keluar dari kegelapan.



"your closest friends are your five senses" 

tak tahu diri

siapa yang punya diri?
jangan kau mencaci
siapa yang punya diri?
biar aku yang nilai sendiri

kamu sudah lebih baik?
ayo lihat gajah di pelupuk mata
kamu sudah lebih baik?
biarlah semut itu berlari di sebrang samudra

jadi siapa yang tak tahu diri?
awas nanti malu sendiri
jadi siapa yang tak tahu diri?
mari sama sama perbaiki diri

rainbow

when the rain is falling down
I'm the rainbow
that comes in to
illuminates the sky

when the sun shines
I'm the clouds
that overcasts to
obsecures the sky

when the trees is blowing
I'm the wind
that dances to
suprised you

When you still confused
I'm totally yours
that gives you love
like a rainvow

I'm your rainbow in your rain
I'm your clouds in your day
I'm your wind in your silence
I am yours, don't you see?

bongkaran!

debu jalanan menghempas di wajah
anak anak berlari di pinggiran
mobil dan motor saling menyalip
suara parau terhempas ke angkasa

perut buncit dan dasinya yang kekencengan
jalan menepi ke warung pinggiran
lalu bertanya sambil sesegukan
rokok samsoe pun memberi jawaban

detak gendang seirama
diiringi indahnya melodi gitar
mengalun indah ke telinga si buncit
sedang asik bersama dengan mainannya

canda tawa
suka senang
tak ada duka
tak terpikir anak istri

bongkaran!
bongkaran!
aku bongkar
kalian bertengkar

Juara Satu

Saya Pemenang.
Semua kalah.