Alternatives (Re: Mediocre)
Ada yang kenal mereka?
Salah dua dari peserta konvensi Partai Demokrat. Belakangan, saya memang sering dengan sengaja mengikuti dan mencari berita tentang mereka. Apa saja yang telah mereka lakukan (untuk Negara), latar belakang kehidupan mereka (walalupun Cuma lewat gugel) serta program “kampanye” mereka di sosial media hehe
Yang membuat saya tertarik dengan mereka, tentu saja, adalah
kompetensi dan semangat muda yang dekat dengan saya dan teman-teman seumuran
angkatan 80-90an hehe (ya ga?)
Sebagai seorang rektor, beliau katanya berhasil mengubah stigma kampus tersebut, dari kampus cak Nur menjadi kampus Anies. Keren yah? Eh, sebentar… ada yang tau Cak Nur? Nurcholis Madjid? Seorang yang aktif untuk gerakan Islam Liberal? Kerabat mantan Presiden Gusdur? Ya, biar lebih tau silakan gugel sendiri, karena saya mau nulis Pak Anies doang hahahaha Nah, ada apa sampai beliau bisa mengubah stigma kampus tersebut? Sila baca http://rofiuddarojat.wordpress.com/2012/04/14/paramadina-kampus-liberal-sebuah-tabayun// saya dapat artikel itu setelah saya iseng gugling dengan mengetik ………
Kaget? Biasa aja? Ga paham? Atau gatau JIL? *keplak* Saya
agak terkejut juga sih. Kenapa ketika saya tulis keyword di atas, sugesti yang
muncul malah demikian. Apa benar? Saya juga belom tau, lha wong, ketemu pak Anies
aja belom pernah, Cuma liat di layar kaca, layar hp, dan layar tancep (tapi
bohong :p) Tapi, memang perlu diakui, pak Anies agak jarang membahas soal islam
dalam pidato beliau, mungkin karena memang bukan zona yang nyaman untuk
disampaikan oleh beliau. Tapi, saran saya untuk beliau, boleh lah sekali
ngetwit soal islam dikit.. hehe (padahal ga bakal dibaca juga :p) udah ah, agak
ngeri kalo bahas JIL. Yang penting tetep JIL (Jangan Ikutan Lo!)
Gerakan Indonesia Mengajar. Nah! Inilah, mega proyek pak Anies yang sudah berjalan sekitar 5 tahun sampai sekarang. Sebagai lulusan sarjana kependidikan, saya tau gerakan ini biarpun saya belum ikutan (mau sih). Gerakan ini, keren banget sih. Apalagi sering diliput sama NET tv. Makin banyak orang yang tau, makin banyak anak muda yang mau mengajar ke daerah pelosok di Indonesia, makin banyak anak-anak sd yang dapet ilmu “tambahan” dari pengajar muda di sana. Makin baik buat Indonesia……di bidang pendidikan, pariwisata, dan mungkin perekonomian. Namun, beliau secara mengejutkan dan jantan, mundur dari jabatan ketua Yayasan Indonesia Mengajar seiring keikutsertaan beliau sebagai peserta konvensi calon presiden partai Demokrat. Secara langsung beliau menginfokan ke khalayak ramai.
Namun, karena memang sebagai founder, masyarakat (terutama di pelosok Negara) mudah mengenali beliau di konvensi Partai Demokrat dibanding peserta konvensi lain. Itulah, yang mungkin membuat pak Anies membuat gerakan #turuntangan dan disambut positif oleh masyarakat twitter. Banyak bermunculan akun akun @turuntangan daerahnya masing-masing termasuk kampus saya dahulu @turuntanganUNJ . hebat!
Gerakan #turuntangan pula yang meningkatkan elektabilitas pak Anies di twitter, makin banyak yang masang gambar telapak tangan di avatar twitter mereka. Makin mudah mengkampanye beliau. Makin besar kemungkinan beliau memenangkan konvensi partai Demokrat.
Sayangnya, saya masih mau beliau menjadi menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia di 2014. Saya mau pendidikan di Indonesia makin baik dan tidak ada lagi keraguan terhadap pendidikan di negeri sendiri. Saya percaya pak Anies sebagai Menteri Pendidikan, saya siap #turuntangan agar pak Anies bisa ditunjuk sebagai menteri pendidikan. Mengapa begitu? Karena, saya ragu partai Demokrat akan mendapat 20% suara di pemilu legislatif. Yang artinya, partai Demokrat harus berkoalisi dengan partai yang mendapatkan angka 20% untuk mencalonkan presiden untuk pilpres. Saya ragu dengan partai Demokrat, bukan dengan pak Anies Baswedan.
Lanjut.
Gita Wirjawan; A Gooner, a family man, a Piano player, the
Minister of Trade RI, and The Head Committee of PB PBSI.
Ini orang, gantengnya luar biasa. Semoga nanti setelah saya berkeluarga saya bisa sekeren beliau hahahaha Beliau ternyata adalah seorang fans Arsenal, sama seperti saya. sebagai pecinta klub yang sama, saya tahu dan yakin kalau kita punya kesamaan visi seperti visi Arsenal Victoria Concordia Crescit (Victory through Harmony) kemenangan lewat keharmonisan. Pasti beliau suka suatu yang harmonis, yang indah, yang rapi, yang muda, yang keren lah pokoknya kayak Arsenal hehe
Selain kesamaan soal klub bola, ternyata beliau juga punya kapabilitas di bidang musik, bermain piano khususnya. Beberapa kali beliau tampil di TV sampil menampilkan keapikannya dalam bermain piano. Tidak hanya itu, beliau juga sempat menjadi bintang tamu di konser slank dan trio lestari. Sungguh memesona, tak seperti beliau yang politisi yang sudah punya album cuma karena bisa main gitar #ifyouknowwhoimean
Sudah cukup soal hiburannya, masuk ke main course. Mentri Perdagangan RI ini, sempat mengejutkan beberapa orang, saya dan keluarga khususnya. Ayah saya, yang seorang pns (sudah pensiun) di Kemendag sebelumnya tidak pernah mendengar nama Gita Wirjawan namun, tiba-tiba beliau menjadi mentri menggantikan ibu Mari Elka Pangestu. Siapa beliau? Banyak beberapa beliau mengira beliau adalah seorang professional tadinya….sampai akhirnya ada berita yang menyebutkan bahwa beliau adalah kader dari partai Demokrat. Huufffhhh.. tapi, tak apa, toh beliau memang seorang pebisnis yang juga sekolah bisnis di AS. Pintar.
Sampai ketika beliau menjadi aktor di iklan kemendag, masyarakat mulai mengenalnya, walaupun beberapa banyak yang menyerang. Paras tampan, dan mengkampanyekan 100% Indonesia memang pas agaknya untuk mendorong pamor produk Indonesia dan dirinya pribadi agar laku..hehehe
Baru-baru ini, di pertengahan 2013 yang lalu, beliau ditunjuk sebagai ketua umum pb-pbsi, Persatuan Bulutangkis, dan langsung mempersembahkan gelar juara dunia di China Open. Luar biasa. Mungkin, beliau memberikan atmosfir yang berbeda kepada atlet bulutangkis, sehingga mereka bersemangat untuk meraih gelar juara, dan terbukti! Sudah hampir beberapa tahun, Indonesia gagal mendapatkan gelar juara dunia Bulutangkis, mungkin memang Negara lain yang sedang hebat, tapi poin saya adalah, pak Gita, yang orang baru di bulutangkis, berhasil membawa atlet kita meraih gelar juara. Entah kebetulan atau apa, tapi toh kredit tetap harus diberikan. Salut.
Ya, memang belum banyak yang saya tahu soal pak Gita. Namun, entah mengapa saya punya keyakinan lebih buat beliau. Beliau yang lulusan bisnis dari luar negeri, agaknya bisa mengangkat perekonomian bangsa, beliau yang seorang pemain piano, bisa menyelaraskan masyarakat menjadi harmoni seperti tuts piano putih dan hitam.
Akhir kata, cukuplah kita punya presiden dari militer. Jangan sampai kita di pimpin orang yang Cuma nasionalis namun kurang agamis (Liberal bukan plural). Indonesia butuh sosok Nasionalis Agamis untuk jadi pemimpin. Siapa?



