I'll be your
distraction
I'll be your distraction
There's a field nearby
With words written in stone
My love will not die
Please let it be known
This place is dead
It echoes through time
There isn't one voice
I haven't heard a sound
The planes flew in
Their bombs did too
The city fell flat
The fires, they grew
When the smoke comes in
It'll color this town
But I'll still have you
So I'll say it aloud
I'll be your distraction
I'll be your distraction
Distraction by Angels and Airwaves
I'll be your distraction
There's a field nearby
With words written in stone
My love will not die
Please let it be known
This place is dead
It echoes through time
There isn't one voice
I haven't heard a sound
The planes flew in
Their bombs did too
The city fell flat
The fires, they grew
When the smoke comes in
It'll color this town
But I'll still have you
So I'll say it aloud
I'll be your distraction
I'll be your distraction
Distraction by Angels and Airwaves
Alunan lagu AVA tersebut sepertinya jadi soundtrack hidup
gue seminggu belakangan ini. Entah kenapa, banyak sekali distraction yang
menghampiri gue secara bertubi-tubi.
Pertama, chargeran laptop gue rusak. Mahasiswa tanpa laptop
bagai polisi tanpa senjata api; kernet kopaja tanpa handuk dilengan kanan;
dokter tanpa stetoskop; tukang sapu jalanan tanpa masker tipis yang melingkar
di lehernya. Umur laptop gue yang sudah tidak muda, membuat gue berlapang hati
sembari terus berkata “wajarlah, rusak dimakan usia”. Terus gue tanamkan di
dalam pikiran dan hati gue. Sampai, akhirnya gue terdesak karena gue harus
mempersiapkan kebutuhan primer gue sebagai seorang guru yaitu RPP (lesson
plan). Gimana cara membuat RPP kalo laptop gue ga ada chargerannya kan? Langsung,
gue mencari cari dimana yang menjual chargeran laptop gue. Gue juga sempet
ngetwit nanya dimana yang jual chargeran laptop. Dan Alhamdulillah, banyak yang
respon. Namun, ada satu replies yang menarik perhatian gue. Replies tersebut
berasal dari @lellybiana. Replies itu juga bagai oase di padang pasir gersang dengan berbaik hati dia bilang kalau dia punya
chargeranyang sama kayak laptop gue, dan langsung saja gue menghubunginya dan
janjian buat ketemuan. Voila! Gue udah bisa ngetik lagi sekarang hehe :))))
Kedua, distraction yang cukup mengganggu pikiran gue, cukup
menyita waktu dan sangat membebani gue (agak lebeh). Bajak membajak. Ini bukan
soal bajak sawah atau kebo bajak atau traktor quik. Tapi ini soal bajak
membajak dunia maya (virtual). Dulu, gue selalu berpikiran, ah apaan sih
pengaruhnya ngebajak twitter/facebook/bbm orang. Palingan impactnya apaan sih? Malu
doang paling, ga ada kerugian yang besar ah. Dulu. Itu dulu pikiran gue. Dulu,
saat ngeliat pm bbm temen gue berubah menjadi “duuuuh, kebelet boker tapi udah
keburu kecepirit” atau liat status facebook “colek aku dongs, nanti aku colek
lagi deeeeeh” atau update twitter “duuuh, lupa pake bedak tje fuk nih” dan lain
sebagainya gue Cuma beranggapan ah begitu aja, ketauan banget sih bercandanya. Dan
yang punya bb, yang punya akun fb, dan yang punya akun twitter itu pasti
langsung bilang kalau itu dibajak. Dan selesai. Case closed.
Namun, kasus gue berbeda. Twitter gue dibajak dengan mention
nama orang -@annisaasanti . pertama, nama doi muncul di bio gue, padahal gue ga
pernah nulis :\ trus mulai deh muncul update dari twitter gue yang mention akun
tersebut, padahal gue lagi ga nyalain twitter. Ajaib. Terus, gue coba lock akun
twitter gue, dan efeknya? Nihil. Nama tersebut masih tetep di mention + muncul
di bio gue. Lanjut, gue bergerak dengan mengganti nick twitter gue dari @cipmul
-> @acipmulia -> @acipcip serta mengganti email twitter gue, namun
lagi-lagi nothing changes. Dan sekarang gue bingung, gue nyerah, gue muak. Ga ngerti
apa motif pelaku. Dan gue sekarang ngerti kenapa mereka yang pernah dibajak
pasti ga suka, padahal mereka dan gue tidak dirugikan secara langsung
(read:virtual). Sebegitu besarnya efek dunia maya di kehidupan pribadi kita. Ga
habis pikir. Fiuuuuhh….
Balik ke lagu AVA tadi, Tom Delonge nulis lirik itu dengan
maksud yang berbanding terbalik dengan apa yang gue tulis diatas. Si Tom malah
mau dia itu jadi godaan buat seseorang. Mau jadi yang menghantui. Macam ode
patah hati.
Ah! Iya! Ode patah hati. Atau jangan jangaaaaaaaaaaaaaaaaaan…..
… *tutup mata*
p.s.: mohon maav lahir batin bagi yang terganggu dengan
status twitter + facebook gue yang dibajak. Asap, pasti gue recover :)))) happy
ramadhan xoxo
No comments:
Post a Comment