Wednesday, 25 July 2012

Distraction

I'll be your distraction
I'll be your distraction

There's a field nearby
With words written in stone
My love will not die
Please let it be known
This place is dead
It echoes through time
There isn't one voice
I haven't heard a sound
The planes flew in
Their bombs did too
The city fell flat
The fires, they grew
When the smoke comes in
It'll color this town
But I'll still have you
So I'll say it aloud

I'll be your distraction
I'll be your distraction

Distraction by Angels and Airwaves

Alunan lagu AVA tersebut sepertinya jadi soundtrack hidup gue seminggu belakangan ini. Entah kenapa, banyak sekali distraction yang menghampiri gue secara bertubi-tubi.

Pertama, chargeran laptop gue rusak. Mahasiswa tanpa laptop bagai polisi tanpa senjata api; kernet kopaja tanpa handuk dilengan kanan; dokter tanpa stetoskop; tukang sapu jalanan tanpa masker tipis yang melingkar di lehernya. Umur laptop gue yang sudah tidak muda, membuat gue berlapang hati sembari terus berkata “wajarlah, rusak dimakan usia”. Terus gue tanamkan di dalam pikiran dan hati gue. Sampai, akhirnya gue terdesak karena gue harus mempersiapkan kebutuhan primer gue sebagai seorang guru yaitu RPP (lesson plan). Gimana cara membuat RPP kalo laptop gue ga ada chargerannya kan? Langsung, gue mencari cari dimana yang menjual chargeran laptop gue. Gue juga sempet ngetwit nanya dimana yang jual chargeran laptop. Dan Alhamdulillah, banyak yang respon. Namun, ada satu replies yang menarik perhatian gue. Replies tersebut berasal dari @lellybiana. Replies itu juga bagai oase di padang pasir gersang  dengan berbaik hati dia bilang kalau dia punya chargeranyang sama kayak laptop gue, dan langsung saja gue menghubunginya dan janjian buat ketemuan. Voila! Gue udah bisa ngetik lagi sekarang hehe :))))

Kedua, distraction yang cukup mengganggu pikiran gue, cukup menyita waktu dan sangat membebani gue (agak lebeh). Bajak membajak. Ini bukan soal bajak sawah atau kebo bajak atau traktor quik. Tapi ini soal bajak membajak dunia maya (virtual). Dulu, gue selalu berpikiran, ah apaan sih pengaruhnya ngebajak twitter/facebook/bbm orang. Palingan impactnya apaan sih? Malu doang paling, ga ada kerugian yang besar ah. Dulu. Itu dulu pikiran gue. Dulu, saat ngeliat pm bbm temen gue berubah menjadi “duuuuh, kebelet boker tapi udah keburu kecepirit” atau liat status facebook “colek aku dongs, nanti aku colek lagi deeeeeh” atau update twitter “duuuh, lupa pake bedak tje fuk nih” dan lain sebagainya gue Cuma beranggapan ah begitu aja, ketauan banget sih bercandanya. Dan yang punya bb, yang punya akun fb, dan yang punya akun twitter itu pasti langsung bilang kalau itu dibajak. Dan selesai. Case closed.

Namun, kasus gue berbeda. Twitter gue dibajak dengan mention nama orang -@annisaasanti . pertama, nama doi muncul di bio gue, padahal gue ga pernah nulis :\ trus mulai deh muncul update dari twitter gue yang mention akun tersebut, padahal gue lagi ga nyalain twitter. Ajaib. Terus, gue coba lock akun twitter gue, dan efeknya? Nihil. Nama tersebut masih tetep di mention + muncul di bio gue. Lanjut, gue bergerak dengan mengganti nick twitter gue dari @cipmul -> @acipmulia -> @acipcip serta mengganti email twitter gue, namun lagi-lagi nothing changes. Dan sekarang gue bingung, gue nyerah, gue muak. Ga ngerti apa motif pelaku. Dan gue sekarang ngerti kenapa mereka yang pernah dibajak pasti ga suka, padahal mereka dan gue tidak dirugikan secara langsung (read:virtual). Sebegitu besarnya efek dunia maya di kehidupan pribadi kita. Ga habis pikir. Fiuuuuhh….

Balik ke lagu AVA tadi, Tom Delonge nulis lirik itu dengan maksud yang berbanding terbalik dengan apa yang gue tulis diatas. Si Tom malah mau dia itu jadi godaan buat seseorang. Mau jadi yang menghantui. Macam ode patah hati.
Ah! Iya! Ode patah hati. Atau jangan jangaaaaaaaaaaaaaaaaaan….. … *tutup mata*  

p.s.: mohon maav lahir batin bagi yang terganggu dengan status twitter + facebook gue yang dibajak. Asap, pasti gue recover :)))) happy ramadhan xoxo

No comments:

Post a Comment